Sidang Penyuap Bupati Ngada NTT, Terdakwa Mintakan Proyek Menantu

Wilhelmus Iwan Ulumbu 

SURABAYA - Lima saksi kasus suap yang menyeret terdakwa Wilhelmus Iwan Ulumbu, Direktur Utama (Dirut) PT Sinar 99 Permai, dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi di Pengadilan Tipikor Surabaya, Jumat (11/5).

Tim jaksa antirasuah kemarin menghadirkan Yelli Dharmawan; Siwe Djawa Selestinus, Kadis Penanaman Modal; Pius Clodoaldus Bilosebo, pegawai PT Sinar 99 Permai; Maria Gransiska Bau, staf admin PT Sinar 99 Permai; Serta, Raymondus Togo, Direktur PT Flopino Raya Bersama.

Kelima saksi di hadapan majelis hakim yang diketuai Unggul Warso Mukti ini banyak menerangkan terkait aliran dana antara terdakwa dengan mantan Bupati Ngada Nusa Tenggara Timur (NTT) Marianus Sae. Bahkan, JPU  pun memutar rekaman antara saksi dengan terdakwa, lantaran keterangannya melenceng dari BAP (berita acara pemeriksaan) penyidik.

Seperti kesaksian Yelli Dharmawan yang lebih banyak mengatakan lupa ketika jaksa menanyakan soal terdakwa. “Saya lupa,” singkat Yelli.

Sementara JPU Ronald F Worotikan menjelaskan, dari lima saksi yang dihadirkan di persidangan semuanya menerangkan benar. Salah satunya menjelaskan terkait pengerjaan proyek yang berlangsung 2011-2017.

“Di persidangan ini kita menemukan fakta. Bahwa memang ada proyek di Ngada yang melibatkan antara terdakwa dengan bupati,” jelas Ronald.

Lanjut Ronald, untuk urusan proyek pun terdakwa jauh lebih tahu dibandingkan saksi Siwe yang waktu itu menjabat Kepala ULP. 

“Tapi terakwa ikut mengatur dan menentukan proyek. Ia lebih tahu daripada Kepala ULP, kedekatan adanya tansaksi antara terdakwa dengan Marianus Sae dan partisipasinya sebagai tim pemenangan,” tegasnya.

Ronald juga menjelaskan, karena kedekatannya dengan bupati, terdakwa tak hanya meminta proyek untuk dirinya sendiri tetapi juga menantunya. “Di rekaman yang kita putarkan jelas. Ada percakapan pertemuan antara terdakwa dengan bupati, di mana terdakwa meminta selain proyek untuk dia, tapi juga memintakan menantunya,” pungkas Ronald. 

Seperti diberitakan sebelumnya, OTT pada Minggu (11/2), itu mengamankan lima orang di tiga lokasi berbeda. Yaitu Surabaya, Kupang dan Bajawa. KPK menangkap Bupati Ngada Marianus Sae bersama Ketua Tim Penguji Psikotes Calon Gubernur NTT Ambrosia Tirta, di sebuah hotel sekitar pukul 10.00. Saat itu penyidik KPK mengamankan kartu ATM BNI dan beberapa struk bukti transaksi keuangan. 

Kemudian sekitar 11.30 WITA di hari yang sama, tim penyidik KPK lainnya juga mengamankan Dionesisu Kila (ajudan bupati) di Kupang, atau di Posko Pemenangan Calon Gubernur NTT dan Petrus Pedulewari (pegawai BNI). Sedangkan Dirut PT Sinar 99 Permai Wilhelmus Iwan Ulumbu ditangkap di rumahnya di Bajawa, Kabupaten Ngada. (fer/tyo)