Sidang Pemalsuan Akta Otentik Cover Notes, Kesaksian Guru Besar UGM Sudutkan Prof Lanny

Saksi ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM) di sidang Prof Lanny. 

SURABAYA - Sidang lanjutan pemalsuan akta otentik berupa cover notes dengan terdakwa Prof DR Lanny Kusumawati, guru besar Universitas Surabaya (Ubaya), Selasa (24/4), kembali digelar di Pengadilan Negeri Surabaya.

Kali ini, jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Surabaya Ali Prakosa, menghadirkan saksi ahli yang juga guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta DR Djoko Sukisno SH CN.

Dalam keterangan kemarin, Djoko Sukisno sebagai ahli kenotariatan memberikan keterangan seputar tugas dan kewenangan notaris. " Kewenangan notaris hanya satu yaitu membuat akta otentik," ujar Djoko Sukisno saat ditanya Ketua Majelis Hakim Maxi Sigarlaki.

Disinggung apakah membuat cover notes merupakan kewenangan notaris, menurut pria kelahiran Yogyakarta ini, bahwa membuat cover notes bukanlah kewenangan notaris sebab bukan termasuk akta otentik.

" Cover notes hanya berupa surat keterangan dan untuk mengeluarkan cover notes biasanya berdasarkan permintaan klien," ujarnya. Djoko menambahkan, cover notes dibuat saat dokumen dalam proses, namun apabila sudah diproses maka tidak perlu dibuat cover notes tersebut. 

Terkait dengan permintaan salah satu pihak untuk membuat cover notes, menurut Djoko bahwa seorang notaris mempunyai kewenangan menolak permintaan tersebut selama notaris tidak memiliki data atau data yang diberikan salah.

Hakim Maxi Sigarlaki lalu menunjukkan surat Surat Nomor : AHU.2-AH.01.09-9815 tanggal 03 Oktober 2012 yang dikeluarkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) Republik Indonesia Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum menegaskan, PT Raja Subur Abadi dan PT Perusahaan Dagang Industri, Perhotelan, Pembangunan dan Pengangkutan Subur Abadi Raja atau dapat disebut juga dengan nama PT Subur Abadi Raja, d/h N.V.Eng Tjhiang v/h Van Asperen & Van Rooy, masing-masing merupakan perseroan yang berstatus sebagai badan hukum dan berdiri sendiri. 

"Atas adanya surat tersebut, saya sependapat bahwa PT Subur Abadi Raja dan dengan PT Raja Subur Abadi adalah dua subyek hukum yang berbeda," ujarnya.

Sementara JPU Ali Prakoso mempertegas pada ahli apakah adanya kesalahan produk yang dibuat seorang notaris bisa merugikan profesi notaris. "Semua produk notaris apapun produknya kalau itu membuat kesalahan maka akan menciderai profesi notaris," tegas Djoko lagi.

Poerwanto, salah satu penasehat hukum Prof Lanny mengatakan, bahwa keterangan ahli di persidangan banyak yang rekayasa dan tidak sesuai dengan BAP.

“Sudah ditandatangani dan di paraf tapi ahli mnegaku tidak pernah. Padahal dasar keterangan ahli itu berdasar fakta yang disodorkan penyidik,” ujarnya.

Poerwanto menambahkan, banyak keterangan saksi ahli di BAP yang dicabut. “Saya menilai bahwa keterangan ahli tak mempunyai validitas sebagai ahli,” pungkas Poerwanto lagi. (fer/tyo)

 

  • 10 TERPOPULER
  • 10 TERBARU

Suami Sadis Sekap dan Aniaya Istri 

KRIMINAL 2018-05-25 20:04:52

Cemburu Istri Diselingkuhi, Tetangga Dibunuh 

KRIMINAL 2018-05-25 20:02:28

Puasa Para Tokoh: Gandeng Para Dai

SURABAYA KOTA 2018-05-25 20:00:12

Residivis Curanmor Dijebol Peluru

KRIMINAL 2018-05-25 19:57:28

Sabu 3 Kg Malaysia Gagal Diedarkan

KRIMINAL 2018-05-25 19:54:57

Kejari Musnahkan Barang Bukti Narkotika

PERISTIWA 2018-05-25 19:52:40

Pembunuh PSK Dolly Tewas di Banyuwangi

PERISTIWA 2018-05-25 19:50:32

Kabur Lewat Atap, Maling Motor Dibekuk 

KRIMINAL 2018-05-25 19:48:42

Jelang Sahur, Rumah Petemon Barat Terbakar

PERISTIWA 2018-05-25 19:46:26

Jenazah Bomber Bapak, Dua Anak, Dimakamkan

PERISTIWA 2018-05-25 19:43:36