Divonis Percobaan, Henry Ajukan Banding, Kasus Tanah Claket, Malang

Terdakwa Henry J Gunawan berunding dengan penasehat hukumnya usai divonis.

SURABAYA - Putusan percobaan yang dibacakan Ketua Majelis Hakim Unggul Warso Mukti ke terdakwa Henry J Gunawan, Senin (16/4), langsung ditanggapi penasehat hukumnya untuk ajukan banding.

Dalam amar putusan kasus tanah di Claket, Malang, itu, Unggul menyatakan tidak sependapat dengan tuntutan JPU Kejaksaan Negeri Surabaya Ali Prakoso yang menuntut Henry melanggar pasal 372 KUHP.

Selain itu, status tidak pernah menjalani hukuman menjadi pertimbangan yang meringankan terdakwa Henry. “Menjatuhkan vonis delapan bulan penjara dengan ketentuan masa percobaan selama satu tahun,” ujar Unggul, kemarin.

Atas vonis itu, Sidiq Latukonsina, kuasa hukum Henry menyampaikan sikap untuk mengajukan banding. Sidiq menyoal dalam amar putusan banyak keterangan saksi yang tidak dijadikan pertimbangan. Di antaranya kesaksian Raja Sirait tidak dipakai sama sekali dalam pertimbangan putusan. 

“Yang jelas kami sebagai tim penasehat hukum tidak sependapat. Karena pertimbangannya hanya mengambil keterangan dari saksi Hermanto dan Heng Hok Soei saja,” ujarnya.

Lanjut Sidiq, fakta sidang yang diungkapkan saksi Raja Sirait  di mana akta jual beli tanah ditanda tangani secara sepihak justru tidak dijadikan pertimbangan dalam putusan. 

“Apalagi kami bisa membuktikan di persidangan bahwa kasus ini murni pinjam meminjam. Hakim tidak pernah memertimbangkan uang lima ratus juta rupiah yang sudah dikembalikan dengan bunga seratus tiga puluh dua juta rupiah,” tegas Sidik.

Disinggung apakah akan mengajukan banding dengan putusan majelis hakim, Sidiq membenarkannya. “Iya kami akan banding. Ini masalah pinjam meminjam dan sudah berlangsung lama bahkan bertahun-tahun,” pungkas Sidiq. (fer/tyo/nov)