Hajar Purel, Bos Belut Diganjar 3 Bulan

Terdakwa Muzzaki mendengarkan putusan hakim.

SURABAYA - Majelis hakim diketuai FX Hanung Dwi Wibowo, memonis tiga bulan penjara terdakwa Muzzaki, bos pengepul belut yang menganiaya mami dan purel Karaoke Pop City, Rungkut, Kamis (12/4).

Dalam amar putusannya, Hanung menegaskan bahwa perbuatan terdakwa terbukti melanggar Pasal 351 ayat 1 KUHP. “Mengadili, menyatakan terdakwa Muzzaki terbukti bersalah melakukan penganiayaan. Menjatuhkan hukuman pidana penjara selama tiga bulan,” ujar Hanung.

Terhadap putusan itu, Hanung sempat menawari terdakwa Muzzaki yang tak didampingi penasehat hokum, apakah menerima atau upaya hukum banding. “Bagaimana kamu terima atau tidak, kalau tidak terima ajukan banding saja,” tanya Hanung.

Atas tawaran hakim Hanung, Muzzaki terlihat kebingunan. Melihat itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Akhmad Iriyanto Sudaryono, langsung memerintahkan agar terdakwa menerima vonis tersebut. “Terima saja. Sudah,” kata Jaksa Iriyanto dengan nada lirih kepada Muzzaki.

Padahal sebelum vonis kemarin, jaksa menuntur terdakwa dengan hukuman penjara selama enam bulan.  Dengan vonis tiga bulan itu, terdakwa yang tersandung masalah penganiayaan Januari 2018, bisa kembali menghirup udara segar. (fer/tyo/nov)