Tabrak Trotoar, Ditahan 6 Bulan 

Terdakwa Yosafat Karel Sitania Pedi mendengarkan vonis majelis hakim. (fer)

SURABAYA - Gara-gara menabrak trotoar saat mabuk, terdakwa Yosafat Karel Sitania Pedi, divonis enam bulan penjara oleh mejelis hakim yang diketuai Sifa’urosidin, Senin (9/4).

Putusan hakim terhadap terdakwa tinggal di Jalan Kupang Panjaan, ini jauh lebih ringan, dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Surabaya Suparlan Hadiyanto sebelumnya selama 10 bulan penjara. “Terdakwa terbukti bersalah karena menyebabkan kecelakaan lalu lintas tunggal,” ujar Sifa’urosidin.

Hakim Sifa bahkan tak bergeming ketika terdakwa kemarin membacakan  pledoinya (pembelaan), melalui kuasa hukumnya Irma Rahmawati. Dalam pledoinya, dijelaskan bahwa kecelakaan bukan hanya disebabkan oleh kelalaian terdakwa.

Atas pertimbangan itu, terdakwa dianggap melanggar Pasal 310 ayat 2 UU RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. “Menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa selama enam bulan,” kata Sifa’urosidin.

Usai sidang, kuasa hukum terdakwa mengaku kecewa dengan vonis enam bulan penjara. “Saya sangat kecewa, unsur menyebabkan kelalaian itu tidak hanya disebabkan oleh terdakwa. Seharusnya dua saksi juga turut dijadikan terdakwa, karena mereka kondisinya mabuk,” tegasnya.

Kekecewaan Irma tak berhenti disitu, dirinya juga mengeluhkan sikap JPU Suparlan yang tidak pernah menghadirkan saksi korban yaitu Septian Pranata. “Saksi korban Septian tidak pernah dihadirkan jaksa. Kami sangat menyayangkan hal itu, mengapa jaksa tidak dihadirkannya,” tanya Irma.(fer/tyo/nov)

 

  • 10 TERPOPULER
  • 10 TERBARU