Divonis 15 Tahun, Kurir Sabu Menangis

Yiska Tanesib didampingi kuasa hukumnya Fariji. (Foto: Ferry)

SURABAYA - Hukuman 15 tahun dan denda Rp 1 miliar subsidair 2 bulan kurungan, diputus Majelis Hakim yang diketuai Hazbullah terhadap Yiska Tanesib, karyawati Kafe Antena Bekasi atas kepemilikan sabu seberat 4kilogram, Rabu (7/3).

Sontak, Yiska menangis histeris dan menggemparkan pengunjung persidangan. Menurut hakim bahwa terdakwa terbukti melanggar Pasal 114 Ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Untuk itu terdakwa Yiska Tanesib dijatuhi hukuman lima belas tahun dan denda satu miliar rupiah,” ujar Hazbullah, membacakan amar putusannya, kemarin.

Sebenarnya putusan majelis hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim Nanik Prihandini dan Enny Mustikowati, yaitu menuntut terdakwa selama 20 tahun penjara.

Terkait putusan itu JPU yang diwakili Novan, kemarin masih pikir-pikir ketika majelis hakim memberikan kesempatan selama seminggu. “Kami masih pikir-pikir Pak Hakim,” ujar Novan.

Sementara Fariji, penasehat hukum terdakwa dari LBH Lacak menerima putusan majelis hakim. “Saya terima,” tegas Fariji.

Fariji melihat selama persidangan, terdakwa berterus terang, menyesali perbuatannya, tak berbelit-belit memberikan keterangan dan masih memunyai anak kecil. “Mungkin itu yang menjadi pertimbangan majelis hakim,” pungkas Fariji lagi. (fer/nov)

  • 10 TERPOPULER
  • 10 TERBARU