Sidang Korupsi Pemkot Batu, Saksi Palsukan Tandatangan Surat Kuasa

Terdakwa Edi Setiawan didampingi kuasa hukumnya. (Foto: Ferry)

SURABAYA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi, menghadirkan lima saksi dalam kasus suap proyek Pemkot Batu yang menyeret terdakwa Edi Setiawan, Kabag Layanan Pengadaan Pemkot Batu, Selasa (20/2). 

Dari lima saksi, keterangan dari Hendra Setiawan, staf administrasi marketing PT Dailbana Prima Indonesia, selaku pemenang tender mebeler cukup mengejutkan Majelis Hakim diketuai Unggul Warso Mukti.  Di mana saksi Hendra secara blak-blakan mengaku memalsukan tandatangan pimpinannya Mikel di surat kuasa , saat mengikuti penawaran lelang atas perintah Filipus Djap.

Padahal di perusahaan keluarga tersebut, Filipus Djap yang merupakan suami dari Ester Tedjakusuma, tak masuk dalam struktural direksi. "Saya palsukan tandatangan Pak Mikel karena diperintah Pak Filipus," jelas Hendra. 

Ternyata, tak hanya memalsukan tandatangan di surat kuasa, Hendra juga mengaku bahwa dirinya juga tak memberitahukan ke Ester, yang juga Direktur PT Dailbana Prima Indonesia dan CV Amarta Wisesa. “Perintah dari Pak Filipus langsung saya laksanakan. Termasuk memberikan contoh spek mebeler kiriman dari Aang Candra, suplier kepada Pak Edi Setiawan sebelum ada pengadaan lelang,” jelasnya.

Sementara saksi Aang Candra, suplier mebeler, yang ditunjuk Filipus Djap untuk memberikan contoh spek, mengaku tak kenal dengan Edi Setiwan maupun Wali Kota Batu Eddy Rumpoko. Candra menambahkan, dirinya mengetahui adanya rencana pembangunan Hotel Amarta Hills, di mana waktu itu juga hadir Eddy Rumpoko. “Saya kenal Filipus karena teman kuliah, dan waktu itu ada pembangunan hotel milik Filipus dan keluarganya,” jelas Candra.

Candra juga mengatakan, sisa Rp 2 miliar dari bantuan Pemkot Batu sempat diutarakan ke Filipus Djap, namun oleh Filipus diminta untuk dimasukkan ke rekeningnya lalu ditransfer ke milik Filipus. “ Ada sisa dua miliar lebih, Filipus minta ditransfer ke saya. Lalu saya disuruh transfer ke rekeningnya , katanya untuk kontribusi ke Pemkot Batu, tapi saya tidak tahu kepada siapa. Tetapi sebelum saya transfer, Filipus terkena OTT KPK,” pungkas Candra.

Lucunya lagi keterangan dari Ester Tedjakusuma. Di mata karyawannya, Filipus Djap yang tinggal serumah diketuai sebagai suami dari Ester tetapi hal itu dibantah oleh Ester sendiri.

“Bukan suami, tapi kerabat. Memang selama ini dia tinggal serumah dengan saya,” jelasnya.

Ester menegaskan bahwa selama ini pihaknya tidak tahu Filipus Djap menggunakan nama perusahaannya untuk mengikuti pengadaan lelang mebeler maupun seragam yang diadakan Pemkot Batu.

“Kalau 2016 saya ikut tapi yang baru ini saya malah tidak tahu,” ujar Ester lagi. Selain ketiga saksi, JPU juga menghadirkan saksi Desi dan Mikel. 

Terhadap keterangan saksi, terdakwa Edi Setiawan sempat menanyakan soal pemegang ISO perusahaanya, apakah hanya dikirim ke lelang Pemkot Batu atau ke lainnya. Aang Candra menjelaskan bahwa dokumen tak hanya di satu perusahaan saja. “Kita ikutkan ke perusahaan lainnya,” singkat Candra lagi. (fer/tyo)

  • 10 TERPOPULER
  • 10 TERBARU

Suami Sadis Sekap dan Aniaya Istri 

KRIMINAL 2018-05-25 20:04:52

Cemburu Istri Diselingkuhi, Tetangga Dibunuh 

KRIMINAL 2018-05-25 20:02:28

Puasa Para Tokoh: Gandeng Para Dai

SURABAYA KOTA 2018-05-25 20:00:12

Residivis Curanmor Dijebol Peluru

KRIMINAL 2018-05-25 19:57:28

Sabu 3 Kg Malaysia Gagal Diedarkan

KRIMINAL 2018-05-25 19:54:57

Kejari Musnahkan Barang Bukti Narkotika

PERISTIWA 2018-05-25 19:52:40

Pembunuh PSK Dolly Tewas di Banyuwangi

PERISTIWA 2018-05-25 19:50:32

Kabur Lewat Atap, Maling Motor Dibekuk 

KRIMINAL 2018-05-25 19:48:42

Jelang Sahur, Rumah Petemon Barat Terbakar

PERISTIWA 2018-05-25 19:46:26

Jenazah Bomber Bapak, Dua Anak, Dimakamkan

PERISTIWA 2018-05-25 19:43:36