Korban Koperasi Panca Hidayah Wadul OJK

Akta Bahar Daeng

TULUNGAGUNG - Kedatangan Otoroitas Jasa Keuangan (OJK) ke Tulungagung, Minggu (12/8), dimanfaatkan sejumlah korban penipuan Koperasi Simpan Pinjam Panca Hidayah untuk melaporkan kasus yang membelitnya.

Hal itu dibenarkan Anang Basori (40), juru bicara korban Koperasi Panca Hidayah. Menurut Anang saat ini ribuan anggota atau nasabah belum bisa mendapatkan kembali tabungannya yang disimpan di koperasi itu.

“Nasabahnya ribuan. Aset yang dimiliki koperasi sampai Rp 60 miliar. Tapi sampai sekarang uang belum dikembalikan,” ujar Anang, Senin (13/8).

Kendati sudah melapor ke polisi, bahkan sebagian pengurus koperasi menjalani hukuman, namun tetap saja aset Rp 60 miliar milik korban belum dikembalikan.

Oleh sebab itu, para korban mengadukan masalah ini kepada OJK. Sebab mulai 2 tahun terakhir, OJK memiliki wewenang membahas masalah koperasi bodong melalui satgas bentukannya.

“Dulu sebenarnya kami sudah mencoba melapor ke OJK, tapi saat itu sekitar tahun 2014, OJK belum menangani masalah koperasi. Nah sekarang kan sudah menangani, makanya kami meminta ada perhatian dari OJK,” tegas anang.

Sebelumnya, Deputi Direktur Departemen Pendidikan Sektor Jasa Keuangan OJK Pusat, Akta Bahar Daeng, berjanji kepada para korban, akan membahas masalah Koperasi Panca Hidayah ini dengan kementerian perkoperasian, yang tergabung dalam Satgas Waspada Investasi.

“Kita akan koordinasikan dengan kementerian koperasi untuk membahas ini. Karena regulasinya ada di sana, bukan di OJK,” terang Akta Bahar.

Untuk itu Akta Bahar berharap, para korban mengumpulkan sejumlah bukti yang diperlukan sebagai bahan pengaduan ke OJK, agar kasusnya bisa ditindaklanjuti dalam rapat satgas dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah. (fir/mad/tyo)