Inilah Cara Bhayangkari Cegah Kanker Serviks 

Ketua Bhayangkari Polres Tuban AKBP Nany Nanang Haryono menerima cendera mata dari Ketua STIKES NU Tuban Miftahul Munir.

TUBAN - Bahaya penyakit kanker serviks bagi kaum perempuan, membuat Bhayangkari Polres Tuban turut terpanggil. Sebagai rasa kepeduliannya, korps bhayangkari yang diketuai AKBP Nany Nanang Hayono tersebut mengajak kaum perempuan agar lebih waspada. Kesehatan masing-masing harus diperhatikan.

Hal itu terungkap dalam agenda 'Deteksi Dini Kanker dengan Tes IVA dan Sadanis'. Kegiatan digelar bersamaan dalam rangka 'Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke 66 Tahun 2018' di Gedung AKBID STIKES NU Jalan Diponegoro Tuban, Sabtu (11/8), kemarin.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebu Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono dan Ketua Bhayangkari Nany Nanang Hayono, keduanya hadir secara langsung. Lalu, ada Ketua STIKES NU Tuban Miftahul Munir; Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Tuban Endah Nurul; Ketua IBI (Ikatan Bidan Indonesia) Tuban Yuli Hartiningsih; serta pejabat utama (PJU) Polres Tuban dan para anggota bhayangkari setempat. "Tujuan kegiatan ini untuk menghindari atau mencegah bahaya kanker serviks sejak dini kepada kaum ibu-ibu," menurut Ketua Bhayangkari Cabang Tuban, Nany Nanang Haryono, kemarin.

Katanya, sebagai perempuan harus lebih sadar dan mawas diri terhadap kesehatan masing-masing. Hal tersebut sangatlah penting, karena kanker serviks adalah penyakit yang membahayakan.

Sehingga papsmear (pemeriksaan, red) itu sangat penting untuk mendeteksi, apabila seorang wanita menderita kanker serviks. Dalam kesempatan ini ada 100 orang yang dipersilahkan melakukan pemeriksaan.

"Semoga hasil pemeriksaan sesuai harapan kita semua, yaitu negatif atau tidak terdeteksi. Dan kami juga mengucapkan terima kasih kepada kepala STIKES NU, yang telah mendukung dalam giat ini," lanjutnya.

Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono menambahkan, bahwa kanker serviks merupakan penyakit terbesar nomor 2 di dunia. Penyebabnya adalah hubungan badan yang sering ganti-ganti pasangan.

"Kami berharap semua sehat, semoga berkah apa yang kita lakukan hari ini dan mendapatkan ridho Allah," tuturnya. Adapun diketahui, kegiatan ini juga bertujuan untuk mendorong upaya Nasional dan Internasional dalam menekan jumlah korban akibat kanker.

Ketua STIKES NU Tuban Miftahul Munir mengungkapkan, kanker serviks adalah pembunuh utama bagi perempuan. Artinya, memang sangat penting untuk dilakukan upaya-upaya pencegahan dini.

"Untuk kegiatan di kampus STIKES, kami berkomitmen melarang penggunaan obat-obat terlarang. Terkait ajaran-ajaran radikalisme di STIKES ini juga tidak dibolehkan," tandasnya.

Perlu diketahui dalam acara tersebut juga berlangsung penandatanganan terkait komitmen kampus bebas narkoba dan radikalisme. Kemudian disusul dengan agenda penyerahan tali asih. (cw1/koi/har/yok)