Mau Check In di Pondok Inap, Sopir Taksi Dibunuh

Warga dan polisi di TKP penusukan yang menewaskan sopir taksi Prima Trans.

SIDOARJO - Andik Wawan Prasetyo (28), warga Pehwetan, Kediri, menjadi korban penusukan. Ia terkaparsetelah ditusuk dua pria tak dikenal saat akan check in di Pondok Inap Shofwa (PIS), Jalan By-Pass Juanda, Sedati, Sidoarjo, Sabtu (29/9) malam.

Korban yang merupakan sopir taksi Prima Trans itu memasuki kamar nomor 40 PIS, sekitar pukul 19.30. Saat akan memasuki kamar, perempuan yang diajak korban berjalan dahulu menuju kamar. Lima menit kemudian, korban dijemput paksa oleh dua pelaku dan ditusuk perutnya. “Korban mengalami luka di bagian perut, kepala, alis robek, dan bagian tangan karena korban menangkis. Korban meninggal dunia di TKP dan dilarikan ke RS Bunda, Tambak Rejo, Waru,” ujar Kapolsek Sedati AKP I Gusti Made Merta di TKP.

Dikatakan, identitas pelaku belum diketahui secara jelas. Namun nopol kendaraan diketahui dan masih dilakukan pengecekan. “Masih kita dalami dan dilakukan penyelidikan,” jelas Gusti.

Ada dugaan, antara pelaku dan perempuan yang diajak check in korban sudah saling mengenal. “Masih kita lakukan pemeriksaan secara mendalam untuk mengungkap kasus penganiayaan hingga mengakibatkan korban meninggal dunia ini,” papar Gusti.

Khamim, tukang parkir PIS mengatakan, awalnya korban dan cewek berhijab tiba di PIS sekitar pukul 19.30. Setiba di depan PIS, sang cewek turun dahulu dan menuju kamar nomor 40. “Korban bilang akan keluar lagi. Mobilnya saya suruh parkir di luar, dekat jalan raya,” cerita Khamim.

 Sebelum ditusuk, korban memarkir mobilnya agak ke dalam di areal PIS. Biasanya kalau parkir, cewek berhijab yang sudah empat kali diajak check in oleh korban di PIS, turun di luar gerbang. “Ini tadi tidak tahu kok parkirnya sampai di dalam pintu gerbang, dekat pintu masuk PIS,” papar Khamim.

  Setelah cewek itu masuk kamar, lima menit kemudian korban menyusul menuju kamar. Selang beberapa menit kemudian, ada dua pria tak dikenal naik motor Honda Beat datang. Satu menanyakan kamar Andi (korban), dan satunya menunggu di atas motor.

 “Karena menyebut nama Andi, minta diberitahu nomor kamar, langsung saya tunjukkan nomor 40. Satu pelaku jalan menuju lantai 2 pojokan PIS, tempat korban menginap,” jlentreh Khamim.

Setelah satu pria yang diduga pelaku masuk, tidak lama kemudian terdengar suara histeris perempuan (cewek berhijab) yang diajak menginap korban di kamar itu. Satu pria lagi yang semula berada di parkiran ikut naik tangga menuju kamar korban. Khamim waktu itu juga langsung bergegas ke atas, melihat apa yang terjadi.

  “Saya sudah di dekat kamar korban, satu pelaku sudah memegang pisau dan korban tergeletak bersimbah darah. Pelaku juga berkata kepada saya, jangan ikut-ikut, ini istri saya,” kata Khamim menirukan ucapan pelaku yang membawa pisau.

Buntut kejadian ini, aparat kepolisian dari Polsek Sedati dan Polresta Sidoarjo berdatangan ke TKP. Selain membawa korban ke RS dan melakukan olah TKP, polisi juga langsung memburu pelaku.

Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Kompol Muhammad Harris mengatakan, identitas pelaku belum diketahui secara jelas. Namun dari keterangan saksi-saksi, pihaknya akan melakukan penyelidikan. “Anggota sudah kami sebar untuk menggali informasi dan keterangan saksi-saksi yang ada. Nopol kendaraan sudah diketahui dan dilakukan penyelidikan,” ujar Harris.(som/jok/tyo)