Gudang Sandal Wedoro Ludes

Petugas dan warga bergotong-royong memadamkan api.

SIDOARJO - Kebakaran hebat terjadi di Wedoro, Waru, Sidoarjo, Minggu (24/9) pagi.  Gudang sandal diamuk si jago merah, bahkan api juga menyambar delapan rumah  sekitarnya.

Gudang sandal yang terbakar milik Mubin, warga RT 01/RW 04 Dusun Candi, Desa Wedoro. Api dengan cepat membakar isi gudang yang berisi bahan yang mudah terbakar. 

Warga bergotong royong memadamkan api dengan alat seadanya. Mobil pemadan kebakaran (damkar) yang tiba di lokasi kesulitan menjangkau TKP, karena buntut kebakaran gang penuh lautan massa. Terlebih jalan menuju TKP hanya selebar 2 meter. 

"Api membesar dan merembet ke rumah-rumah samping gudang,” ujar Asep, warga setempat, diamini warga lainnya.

Warga sebenarnya bergotong royong melakukan pemadaman. Kerja keras warga juga dibantu aparat dari PMK. Namun gudang sandal keburu ludes terbakar. Sementara, dari delapan rumah yang tersambar api, empat di antaranya terbakar parah dan empat rumah lainnya hanya terbakar sebagian.

Empat rumah yang terbakar parah, di antaranya rumah milik Agus, Rambe, Fathoni dan Ny Sri. Sedang empat rumah yang terbakar di bagian belakang, yakni rumah Wandi, Dalil dan Faqih.

Kepala Desa Wedoro M Nafik yang turun ke TKP begitu mendengar kabar ini mengatakan, ia tidak tahu penyebab kebakaran. Laporan warga, api pertama kali diketahui muncul dari gudang sandal milik Mubin. “Belum diketahui penyebabnya,” ungkap dia.

Buntut kebakaran gudang sandal itu, tetangga kiri kanan panik. Mereka berlarian menyelamatkan diri. Mereka terlihat tergopoh-gopoh menyelamatkan harta berharganya dari dalam rumah. Barang milik  tetangga gudang yang terbakar dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Salah satu tetangga gudang yang terbakar, Barokah, menangis histeris, karena saat menyelamatkan diri bersama keluarganya, anaknya yang paling kecil tidak ikut menyelamatkan diri. Sontak keluarganya panik dan mendobrak pintu kamar rumah satu per satu. Namun anak kecil yang dimaksud tidak ada dalam rumah.

Keluarga Barokah merasa lega setelah mendapati anaknya bermain di luar rumah dan ikut menyelamatkan diri sebelum api melumat isi gudang. “Bu Barokah merasa senang dan bisa senyum setelah melihat anaknya berada di jalan atau luar rumah yang berjarak 100 meter bersama warga,” ujar Hayyi, warga setempat.

Api yang membara di Wedoro baru bisa dipadamkan setelah enam unit PMK berjibaku menyemprot api sekitar dua jam. “Sekarang konsentrasi api sudah padam dan dalam tahap pembasahan,” ujar Kapolsek Waru Kompol HM Fatoni di TKP.

Dari keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian, menurut Fatoni, api pertama kali diketahui warga dari gudang sandal milik Mubin, warga setempat. “Menurut beberapa saksi, api berawal dari tumpukan spon di dalam gudang. Namun untuk memastikannya, kami masih melakukan penyelidikan,” jelas Fatoni.

Apa penyebab kebakaran? “Kepastian penyebab kebakaran, kita tunggu hasil labfor Mabes Polri Cabang Surabaya,” tandas dia.(som/jok/be)