Audiensi IKA-PMII dengan Pemerintah Kabupaten Mojokerto

Wabup Pungkasiadi (tengah) berdiskusi dengan IKA PMII.

MOJOKERTO-Pemerintah Kabupaten Mojokerto menerima rombongan Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII), Kamis (11/10) pagi di ruang Satya Bina Karya. Maksud audensi IKA-PMII, seperti diutarakan ketua rombongan, Ahmad Subhan, untuk sumbang saran dan gagasan pembangunan untuk Kabupaten Mojokerto.
Hal tersebut tentu mendapat respon positif Pemerintah Kabupaten Mojokerto yang disampaikan Wakil Bupati Pungkasiadi. Salah satu hal penting yang ditegaskan wakil bupati Pungkasiadi adalah program pembangunan yang telah dilaksanakan di Kabupaten Mojokerto, tidak akan berhenti pada tahap output saja (hasil langsung). Ada hal lain yakni outcome (efek jangka panjang) yang dinilai sebagai tujuan utama dari sebuah hasil pembangunan.
Dia mengambil contoh Puskesmas Gondang yang selain bentuk pembangunan fisiknya yang bagus, juga harus dibarengi dengan manfaatnya di mata masyarakat. “Dalam pembangunan, yang dikejar tidak berhenti pada tahap output. Ada outcome juga yang harus kita raih," terang wabup.
    Ia mencontohkan, Puskesmas Gondang yang dibangun dengan sangat baik dengan fasilitas memadai, tentu kita harapkan dengan hal tersebut masyarakat bisa merasakan manfaatnya. Tidak berhenti pada apa yang dilihat itu ada (bentuk fisik), lalu selesai. Lebih dari itu, harus ada hasil nyata yang dirasakan masyarakat (dampak positif) secara kontinyu.
    Kabupaten Mojokerto sendiri di bidang inovasi pelayanan kesehatan, banyak melahirkan gebrakan baru yang diapresiasi dalam berbagai penghargaan baik regional maupun nasional. Beberapa diantaranya inovasi Gerakan Masyarakat Berantas TB/Tuberkulosis (Gemar Bertasbi) UPT Puskesmas Bangsal yang menerima penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2018, Budidaya Lele Penanggulangan Gizi Buruk (Bule Gazibu) UPT Puskesmas Puri, dan Gerakan Puskesmas Keliling Masyarakat Sehat (Gepuk Mas) UPT Puskesmas Ngoro.
    “Inovasi sebenarnya merupakan sesuatu yang umum, namun ditindaklanjuti dengan cepat dengan instrumen-instrumen yang tepat. Sehingga hal tersebut memberi banyak manfaat dan menjadi booster bagi yang lain, untuk ikut berlomba melakukan hal yang sama dengan lebih baik,” tambah wabup.
    Dari paparan di atas, wabup ingin agar semua pemangku kepentingan yang salah satunya kalangan akademisi, dalam kesempatan ini khususnya IKA-PMII, untuk kiranya dapat membantu memberi masukan yang membangun terhadap Pemerintah Kabupaten Mojokerto.
Wabup berharap IKA-PMII dapat berperan lebih di masyarakat, baik mewujudkan pelaksanaan otonomi daerah maupun program-prgram pembangunan. "Untuk itu, diperlukan juga komunikasi untuk saling bertukar informasi antara pemerintah dengan organisasi kemasyarakatan maupun kepemudaan,” tutup wabup yang hadir didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Mustain.(hms/adv/sr)