Polres Malang Luncurkan Malang E-Policing

Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifi n bersama Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung dan Forkopimda meresmikan Malang E-Policing.

MALANG - Untuk meningkatkan pelayanan publik yang terintegrasi dengan teknologi informasi, Polres Malang meluncurkan inovasi layanan berbasis digital, ‘Malang E-Policing’, di halaman Mapolres Malang, Selasa (22/5). 

Ini adalah layanan publik berbasis IT untuk mempermudah masyarakat, memangkas birokrasi, dan menghilangkan KKN (kolusi, korupsi, nepotisme) dalam proses pelayanan publik.

Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin yang meresmikan Malang E-Policing ini mengapresasi inovasi Polres Malang dalam meningkatkan pelayaan publik. “Inovasi berbasis IT yang dilakukan Polres Malang ini patut ditiru oleh yang lain,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung mengatakan Malang E-Policing ini untuk memudahkan pelayanan pada masyarakat mulai dari layanan umum dan layanan spesifik di kepolisian. 

“Layanan ini dapat memangkas birokrasi serta menghilangkan KKN karena pertemuan antara petugas dengan masyarakat dapat dikurangi, cukup memanfaatkan aplikasi ini,” terangnya.

Layanan umum dalam aplikais ini yaitu bantuan kepolisian (panic button), layanan ambulans dan pemadam kebakaran. Sedangkan layanan spesifik kepolisian dalam aplikasi ini sebanyak sembilan layanan, yaitu PREGO (Pendaftaran Regident Online); LAKON (Laporan Kehilangan Online); SP2HP Online (Satreskrim, Satnarkoba, dan Satlantas); Besuk Tahanan Online; Penyuluhan & Konsultasi Narkoba Online; SKCK Online; CJS Online (Criminal Justice System Online); MCSD (Malang Criminal Smart Database); dan COMMUNITY REPORT. 

Kesembilan layanan itu tentunya dapat memudahkan dan mempercepat pelayanan public dari kepolisian sehingga untuk pelayanan tertentu, masyarakat tidak perlu mendatangi Polres Malang tetapi cukup memanfaatkan aplikasi itu. 

“Tidak perlu jauh ke Polres Malang karena wilayah Kabupaten Malang ini luas,” kata Ujung. 

Selain itu, masyarakat juga dapat memantau laporan kepolisian melalui layanan ‘Lakon’ (Laporan Kehilangan Online), yaitu pelaporan kehilangan dengan menggunakan website. 

“Masyarakat juga dapat melihat dan mengetahui perkembangan perkara yang dilaporkan melalui website,” paparnya. (cr-2/fer)