Mantan Kades Pucangtelu Tipu CJH

Nurul Faizah

LAMONGAN - Nurul Faizah (42), penyelenggara jasa umroh dan haji plus asal Desa Pucangtelu, Kecamatan Kalitengah, harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di bilik jeruji besi tahanan Polres Lamongan. Pasalnya, wanita yang pernah menjadi kepala desa tersebut dilaporkan sejumlah calon jamaah haji (CJH) yang gagal di berangkat dan terlantar di Jakarta.

Kasatreskrim Polres Lamongan AKP Wahyu Norman Hidayat mengungkapkan, tersangka ditangkap ketika berada di sebuah rumah kontrakan, tepatnya Perumahan Jaka Tingkir, yang terletak di Kecamatan Deket. Dengan berdasarkan laporan No. Pol,: K / LP/ 105 / V / 2018/JATIM / POLRES LAMONGAN tertanggal 3 Mei 2018, korban Wahyu Puji Astutik (46), warga Desa Sukorejo, Kecamatan Buduran, menjadi korban yang gagal berangkat naik haji. "Tersangka saat ini masih dilakukan pemeriksaan intensif untuk dilakukan pengembangan keterlibatan tersangka lainnya," katanya, Rabu (26/9) pagi.

Modus yang digunakan tersangka adalah dengan menawari korban diberangkatkan ibadah haji melalui travel miliknya yakni PT KML dengan membayar sejumlah uang, tetapi korban tidak kunjung diberangkatkan. "Ada yang diberangkatkan tetapi ada korban yang ditelantarkan di bandara," tandasnya.

Tersangka menawarkan haji plus dengan visa pejabat seharga Rp 180 juta dan dijanjikan akan berangkat 13 Agustus 2018 lalu. Selanjutnya tersangka minta uang muka dan langsung ditransfer oleh korban sebesar Rp 2 juta. Setelah itu, tersangka menyuruh korban untuk mencarikan lagi jamaah untuk diberangkatkan haji plus bersamanya. "Setelah korban dan sejumlah jamaah haji tiba di bandara, ternyata visa nya bukan visa pejabat melainkan visa furoda," paparnya.

Mendapat kabar tersebut, korban dan sejumlah jamaah haji lainya yang gagal diberangkatkan kaget dan segera minta uangnya kembali. Namun sampai sekarang tidak kunjung dikembalikan. "Korban mengalami kerugian sebesar Rp 414 juta. Karena tersangka tak sanggup mengembalikan dan tidak ada itikad baikkemudian kejadian tersebut dilaporkan ke Polres Lamongan," pungkas Norman. (cw3/har/rif)