Ditagih Utang, Ngamuk, Dibekuk

Didik sebelum diperiksa.

LAMONGAN - Berniat menagih utang, malah diancam akan dibunuh dengan senjata tajam. 
Nasib malang itu dialami Sukmawati (38), wanita asal Dusun Pandak, Desa Jati Pandak, Kecamatan Sambeng. 

Saat itu, korban bersama temanya mendatangi rumah Didik (30), warga Dusun Kedungsumber, Desa Sumberdadi, Kecamatan Mantup, untuk menagih utang. Tapi yang didapat bukan uang malah ancaman. "Saat itu yang saya ditemui pertama kali oleh orangtuanya," ungkap Sukmawati.

Baru beberapa saat kemudian terasngka keluar dari dalam rumah dan menanyakan apa maksud dan tujuan korban mendatangi rumahnya. "Saya langsung jawab, mana transferannya. Eh pelaku malah membawa pisau dan mengacungkan ke saya sambil berkata kalau kamu menagih kembali akan saya bunuh," sambungnya.

KBO Satreskrim Polres Lamongan, Iptu Supriyanto mengatakan, tersangka ditangkap Tim Jaka Tingkir, Minggu (16/9), sekitar pukul 17.00, di rumahnya. "Penangkapan kami lakukan setelah korban melapor," tandas Supriyanto.

Supriyanto menegaskan, tersangka akan dijerat Undang Undang Darurat nomor 12 tahun 1951 jo ancaman kekerasan pasal 335 (1) KUHP. "Dalam penyidikan tersangka mengakui dia telah melakukan mengancam dengan pisau," pungkasnya. (cw-3/har/rif)