Jambret Gadis, Dua Pemuda Keok

Imam dan Angga.

LAMONGAN - Tim Jaka Tingkir Satreskrim Polres Lamongan berhasil membekuk dua penjambret setelah beberapa bulan dalam pencarian. Terangka adalah Imam Syafiul Anam (20), warga Dusun Kesamben Timur Desa Kesamben Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban dan temannya Angga Eka Pratma (18), warga Dusun Kalipang, Desa Sukowati, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro.

Keduanya dibekuk tanpa perlawanan di rumah masing-masing, Sabtu (15/9) sore. Tersangka dilaporkan oleh Nanda Fidyah Suwaraswati (18), dan SU (16) warga Dusun Randekan, Desa Soko, Kecamatan Tikung. Mereka dilaporkan karena merampas barang miliknya dengan paksa, ketika dalam perjalanan ke sekolah di Jalan Veteran.

Kejadian Minggu (21/01) sekitar pukul 04.15. Saat itu, korban berangkat dari rumah berboncengan sepeda motor menuju sekolah. Namun sebelum sampai di Kota Lamongan, korban terlebih dahulu menjemput temannya di Desa Kramat.

Ketika dalam perjalan tersebut, korban dihadang dua pemuda yang mengendarai motor ninja. Tersangka yang dibonceng langsung turun dan mendatangi korban serta memaksanya mematikan kendaraan. Setelah itu, terasngka beraksi merampas barang milik korban yang berupa satu buah handphone merek Vivo dan uang Rp 150 ribu. Merasa berhasil, tersangka kemudian kabur.

"Setelah melakukan penyelidikan, akhirnya kedua pelaku berhasil ditangkap, di rumah masing-masing, yakni di wilayah Tuban dan Bojonegoro," ungkap Kasat Reskrim Polres Lamongan AKP Wahyu Norman Hidayat, Minggu (16/9) pagi.

Tersangka beserta barang buktinya langsung dibawa ke Mapolres Lamongan guna penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Dalam penyidikan, lanjut Norman, tersangka mengaku juga pernah beraksi serupa di Jalan Veteran Lamongan, pada 23 Agustus 2018 sekitar pukul 18.30 dan berhasil mengasak satu handphone merek Xiomi.

"Satu buah handphone merek Xiomi warna gold dan satu buah handphone merek Vivo warna putih diamankam sebagai barang bukti" pungkas Norman. Atas perbuatannya, tersangka pelaku dijerat dengan pasal 365 ayat (2) dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. (cw3/har/rif)