Program Tahfidzpreneur Wisata Hati Business School Resmi Dibuka

Bupati Fadeli meninjau lokasi belajar mengajar di Wisata Hati Business School.

LAMONGAN - Di Lamongan rupanya sudah berdiri Kampus Rahmatan Lil Alamin, yang mengelola pendidikan berlandaskan Al Quran. Program Tahfidzpreneur dari kampus ini secara resmi dimulai pelaksanaannya oleh Bupati Fadeli, Minggu (19/8).

Kampus ini merupakan cabang pertama di daerah, dari Wisata Hati Business School. Sebuah lembaga pendidikan di bawah naungan Pondok Pesantren Darul Quran yang didirikan ustadz Yusuf Mansur.

Program utamanya, seperti dijelaskan Direktur Wisata Hati Business School Adrianto Priyo Sembodo (Dodo) adalah Tahfidzpreneur.

Sebuah program yang akan mencetak pengusaha kesayangan Allah. Karena Program Tahfidzpreneur adalah sebuah akademi bisnis yang berlandaskan pada Al Quran dan fokus menciptakan seorang spiritual entrepreneur.

“Progran Tahfidzpreneur Wisata Hati Business School di Lamongan ini kami susun dengan program menghafal Al Quran, serta pelatihan menjadi seorang pengusaha yang sukses bisnisnya dan berkah hidupnya secara intensif selama satu tahun, “ ujar Dodo.

Dari hasil seleksi kepada kepada sekitar 800 orang dari seluruh Indonesia, akhirnya terpilih 7 pemuda berusia antara 18 hingga 23 tahun. Mereka berasal dari Riau, Sidoarjo, Bogor, Situbondo, dan Lamongan.

Di Kampus Rahmatan Lil Alamin, peserta Program Tahfidzpreneur akan belajar menjadi tahfidz sekaligus pebisnis selama satu tahun dan menerima semua fasilitas secara cuma-cuma. Mulai dari asrama, dan ruang belajar dengan berbagai situasi bisnis.

Termasuk ruang pembelajar multimedia yang dikemas secara cinematic. Di ruangan ini santri akan belajar manajerial, organisasi, public speaking, serta membuat produk dan proposal bisnis.

Ditambahkan oleh Pembina Wisata Hati Business School Deddi Nordiawan, santri Tahfidzpreneur di Lamongan ini adalah angkatan keempat.

“Pendidikan ini berfokus pada akhlak dan Al Quran. Bagian dari ikhtiar untuk mencetak entrepreneur yang berbasis akhlak, “ kata dia.

Di kampus yang juga mengelola pendidikan PAUD dan TK tersebut, Bupati Fadeli berharap kedepan akan semakin banyak santri yang lolos seleksi. Setidaknya bisa lolos 20 santri, dengan separo diantaranya berasal dari Lamongan.

“Guru dan manajemen disini semuanya langsung dari Wisata Hati Business School Jakarta, yang sudah saya mintakan secara khusus kepada ustadz Yusuf Mansur agar dipilihkan yang terbaik, “ kata Fadeli.

Di Fase pertama pembelajaran, santri akan menerima internalisasi nilai-nilai  spiritual entrepenuer. Internalisasi ini agar menjadi landasan yang kuat calon santri ini untuk menjadi entrepenur yang baik.

Kemudian di fase kedua santri entrepenuer akan mengimplementasikan apa yang didapatnya di fase pertama. Juga turut serta menyusun program yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar, khususnya Lamongan.

Selanjutnya di fase ketiga, santri akan mengikuti program magang selama dua bulan. Mereka ditempatkan bersama pengusaha atau entrepenuer yang telah terbukti memiliki bisinis sukses. (har/yok)