Kirab Budaya Semarak Hari Jadi Lamongan 

Bupati Lamongan Fadeli bersama istri diarak oleh puluhan penari.

LAMONGAN - Dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Lamongan ke-449, Pemkab Lamongan kembali melakukan serangkaian agenda budaya di Alun-alun kota, Sabtu (26/5) kemarin. Peringatan hari jadi dikemas dalam bentuk kirab budaya. Hal itu mengingat ketika Tumenggung Rangga Hadi atau Bupati Pertama diwisuda oleh Sunan Giri IV pada 10 Zulhihijah atau 26 Mei 1596 lalu. 

Sebelumnya dilakukan arakan para petinggi jajaran Forkopimda dari kantor DPRD Lamongan menuju Alun-alun kota dengan kereta kuda. Saat di lokasi Bupati Lamongan Fadeli beserta rombongan disambut dengan 50 penari kecil. Ada puluhan jenis tari yang diperagakan para penari. Salah satunya, tari udian, mayang madu, dan boran. 

Ketua PLT Kesenian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lamongan Purnomo mengatakan, sejumlah tarian mempunyai filosofi masing-masing. Namun untuk memperingati hari jadi Lamongan, pihaknya sengaja mengkolaborasikan banyak jenis tari menjadi satu. 

"Pada intinya jenis tarian tadi, menggambarkan semua rasa sukur yang diberikan Tuhan oleh masyarakat Lamongan. Apalagi jenis tarian tadi memperlihatkan semua aktifitas warga lokal, mulai dari nelayan, petani hingga penjual nasi boran," ungkpanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan, kirab budaya menampilkan cerita sejarah Lamongan dalam bentuk fragmen saat pasamuan agung. Fragmen pertama menampilkan babak hari lahir Lamongan dimulai sejak era Rangga Hadi dilantik menjadi Tumenggung Surajaya oleh Sunan Giri IV. 

Menurut Yuhronur, pesatnya perkembangan Lamongan saat ini tidak bisa dilepaskan dari pendahulunya. Sebab tanpa perjuangan para pendahuku tidak mungkin keberhasilan bisa diraih. "Rasa hormat dan terima kasih saya sampaikan kepada seluruh pendahulu saya, yang telah menancapkan fondasi kuat membangun Lamongan berkelanjutan," jelasnya. 

Selain penampilan kirab budaya pemkab juga mendatangkan para penjual nasi boran, makanan khas Kabupaten Lamongan.Tahun ini sebanyak 159 penjual nasi boran didatangkan langsun ke Alun-alun kota untuk melayani warga yang sedang berbuka pada pasa Ramadan. "Ada 15 ribu kupon yang kita bagikan. Semoga dalam kegiatan ini, pemerintah semakin dekat dengan rakyat," pungkasnya. (aam/har/lis)

 

  • 10 TERPOPULER
  • 10 TERBARU

Mata Hati: Sipoa, Antara Impian dan Penjara

SURABAYA KOTA 2018-08-20 18:32:30

Pengakuan dr Bagoes, Saksi Kunci Korupsi P2SEM (6): Merasa Dizalimi dan Menuntut Keadilan

SURABAYA KOTA 2018-08-20 18:29:38

Pesta Miras, Tiga Pemuda Tewas

PERISTIWA 2018-08-20 18:23:38

Tragedi Pesta Miras: Menduga Anaknya Masih Bekerja

PERISTIWA 2018-08-20 18:16:57

Ayah Tiri Setubuhi Anak

KRIMINAL 2018-08-20 18:13:14

Suami Mengejar Kepuasan, Istri Menderita (2): Kini Mr P Suami Lebih Mirip Pentung Hansip Terbakar

Sejuta Kisah 2018-08-20 18:10:23

Cinta Laura Asli Indonesia 

Senggang 2018-08-20 18:08:08

Geger Mayat Penuh Luka

PERISTIWA 2018-08-20 18:06:03

Rumah di Banyuurip Terbakar

PERISTIWA 2018-08-20 17:53:09

Residivis Pencurian Helm Kembali Diringkus

KRIMINAL 2018-08-20 17:50:57