-->

Gresik-Sebanyak ratusan calon legislatif (caleg) dari berbagai parpol di Gresik, Kamis (11/10) kemarin menggelar komitmen dalam pemilu damai Pilpres 2019. Acara yang digagas oleh Polres Gresik bersama TNI itu tersebut juga mendeklarasikan antihoax. Hal itu bertujuan, terciptannya pemilihan umum yang aman, damai, kondusif, dan sejuk. 

Deklarasi tersebut selain dihadori oleh para Caleg, juga juga segenap anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Ada 15 butir yang dibacakan. Mereka larut membacakan bait deklarasi yang berlangsung di Ruang Mandala Bakti Praja Pemda Gresik. 

Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro menyebutkan, dalam menjaga pemilu damai agar, semua yang terlibat, baik penyelenggara maupun peserta demokrasi agar ikut menjaga ketertiban. Hal itu dibuktikkan dengan tidak menyebarkan berita hoax dengan ujaran kebencian. 

Dengan tercipatanya situasi yang kondusif tersebut, penyelengaraan pemilu akan sejuk dan damai. Meminta agar semua pihak komponen masyarakat membantu untuk terciptanya pemilu damai dan menjaga Kamtibmas. "Kami siap menjadi pendingin ketika situasi politik yang sudah memanas," jelasnya, di Gedung Pemkab. 

Ketua KPUD Gresik, Ahmad Roni mengatkan bahwa Pemilu di Gresik diikuti oleh 15 Parpol. Dia meminta dalam masa kampanye kedepan, para caleg dalam hal pemasangan baliho dan spanduk agar mematuhi uu daerah. "Kami harap agar tidak semabaran memasang, taati peraturan daerah," jelasnya. 

Senada juga disampaikan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, selain mengajak kepada peserta demokrasi dalam hal pemilu dalami. Juga menekankan pada keindahan kota. Dia melarang pepohonan dan tiang listrik di penjuru wilayah Gresik agar tidak dipasangi gambar kampanye. "Yang kami harapakan kota tetap indah," pungkasnya. (aam/har/rif)