Polres Rembang Ringkus Dua Budak Sabu

Abdullah M dan Parini

REMBANG - Anggota Satresnarkoba Polres Rembang membekuk dua orang pengguna narkoba jenis sabu. Mereka adalah Parini, warga Ngrurensiti, Wedarijaksa, Pati, dan Abdullah M, warga Kaliori, Rembang.

Mereka diciduk polisi di tempat dan waktu yang berbeda. Parini diciduk di dalam kamar hotel yang berada di kawasan SPBU Tasiksono turut tanah Desa Sendangasri, Lasem, Rembang, Rabu (5/9) siang. Sedangkan Abdullah M diciduk di dalam gudang penimbunan garam yang berada di sekitar area tambak turut tanah Dukuh Dresen, Purworejo, Kaliori, Rembang, Selasa (11/9) siang.

Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso melalui Kasatnarkoba AKP Bambang Sugito mengungkapkan, bahwa kedua pelaku diciduk anggota kepolisian lantaran diduga mengkonsumi sabu. 

"Berdasarkan informasi dari masyarakat, saat itu juga anggota jajaran satresnarkoba langsung beraksi. Alhasil dengan tindakan tegas, cepat, dan akurat anggota berhasil mengamankan para pelaku," ungkap dia.

Dari tangan pelaku Parini, polisi berhasil mengamankan beberapa alat bukti. Di antaranya yakni satu set alat hisap, sabu seberat 0, 25 gram, satu buah plastik klip kecil bekas bungkus sabu, 1 satu buah plastik klip besar bekas bungkus sabu dan satu buah korek api berwarna pink.

"Untuk pelaku wanita dikenakan Pasal 112 ayat (1) subsider 127 ayat (1) huruf a UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Mengingat pelaku sebagai pengguna," papar AKP Bambang Sugito.

Sedangkan dari tangan Abdulah M diamankan beberapa alat bukti berupa 1 paket narkotika jenis sabu seberat 0,3 gram yang dibungkus plastik klip kecil, yang dimasukkan ke dalam 1 bungkus plastik klip besar, yang diisolatip warna hitam.

Kedua yakni, satu buah plastik klip kecil warna bening bekas bungkus sabu, satu buah pipet terbuat dari kaca, satu set alat hisap sabu terbuat dari botol plastik, satu buah tutup botol warna biru yang telah berlubang, satu buah sedotan plastik yang salah satu ujungnya diisolatif warna hitam, satu buah sedotan warna bening bergaris merah putih, yang salah satu ujungnya diruncingkan (sorok), satu buah karet penyambung pipet berwarna merah, satu buah baju merk Kardova motif kotak-kotak berwarna biru dan putih, satu buah karung berwarna putih bergaris warna biru.

"Pelaku dikenakan Pasal 112 ayat (1) subsider 127 ayat (1) huruf a UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman minimal 4 tahun dan denda maksimal Rp 800 juta. Mengingat pelaku sebagai kurir dan pengguna," pungkas AKP Bambang Sugito. (edy/eko/lis)